Kamis 08/Februari/2024
PemDes Tunggul Irang Ilir Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Peringatan Isra Mi’raj merupakan salah satu cara meningkatkan rasa mahabbah kepada Rasulullah SAW.
Peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum untuk meningkatkan pengetahuan dan teladan dalam meningkatkan semangat bekerja sehingga terwujudnya Pemerintah Desa yang berakhlakul karimah sebagaimana Dengan Momentum Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
“Kelebihan orang yang memperingati Isra Mi’raj yaitu orang yang rindu dengan nabi maka tentu akan memperbanyak salawat, mengetahui persiapan nabi sebelun Isra Mi’raj yaitu dibersihkannnya hati nabi sehingga Rasulullah melebihi semua makluk di bumi baik akhlak maupun tingkah lakunya. Isra Mi’raj memberikan pesan kepada Nabi dan kita semua bahwa dunia semakin tua semakin berbahaya sehingga kita harus bisa menjaga diri dari godaan dunia dan oleh-oleh yang didapat dari peringatan Isra Mi’raj ini adalah segala sesuatu yang ditanam kebaikan maka yang akan diperoleh kebaikan pula, begitu sebaliknya serta yang terakhir agar selalu menjaga sholat,”
Sebetulnya peristiwa Isra’ Mi’raj ini memiliki arti penting bagi pembinaan keperibadian manusia, karena dalam peristiwa Isra’ Mi’raj tersebut Nabi menerima perintah shalat lima waktu dalam sehari. Shalat inilah yang merupakan inti dari peristiwa besar tersebut, karena shalat merupakan tiang agama dan dasar dari pembangunan keperibadian manusia. Dalam pengertian lebih luas, shalat memiliki arti zikir dan senantiasa mengingat Allah dalam segala tindakannya, sehingga dengan menegakkan shalat ini diharapkan manusia tidak pernah memiliki kesempatan untuk melakukan kejahatan dan segala macam tindakan keji lainnya, sebagaimana penegasan Allah SWT melalui firman-Nya, “Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar” (QS. Al-‘Ankabut:35). Inti dari perisiwa inilah yang hingga sekarang menjadi tradisi wajib yang senantisa dikerjakan oleh setiap muslim.
Pesan yang terkandung dalam momentum Isra Mi’raj ini iyalah jangan pernah meninggalkan sholat lima waktu dimanapun kalian berada, sebab “Assholatu 'imaduddin Faman aqomaha waqod aqomaddin Faman tarokaha waqod hadamaddin”. Artinya: Sholat adalah tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya.
Editor : M. Fulkani Artikel : M. Hasan, S.H Instagram : @tunggul.irang.ilir Facebook : Tunggulirang Ilir Twiter : T_irang_ilir Email : [email protected] Website : https://tunggulirangilir.gidesmanis.id